Benarkah cinta itu masih suci?
Jika saat hati berdebar memahat cinta, ada keinginan lebih dari sekedar kata dan ucapan sayang.
Timbul birahi ingin menjamah atau terjamah.
Indahkah kecupan dalam bibir?
Jika justru penyesalan berkepanjangan menyakiti jiwa.
Jika memang nikmat menuruti syahwat, lalu kenapa airmatamu berkali-kali melesat dari kornea.
Menulis tentang dosa-dosamu.
Yang ingin kau abaikan tapi tak bisa kau hentikan.
Karena itu menyenangkan saat kau lakukan.
Tapi menyakitkan setelah semuanya usai.
Benarkah kemudian sampai disana batas kelakuanmu?
Lalu mengapa banyak bayi lahir tanpa mengetahui siapa bapaknya?
Mengapa banyak ibu menjadi narapidana karena membunuh bayi yg semestinya disayanginya?
...maaf aku sudah tidak perawan lagi...
Jika seorang hawa nan jelita parasnya datang padamu dengan wajah tertunduk
Mengatakan fasih kalimat itu, APA yang akan kau perbuat duhai pejantan?
Kau akan terkejut, namun menyembunyikan kagetmu dalam raut wajah nanar.
Kau menghibur dengan kalimat sakti..
"Gpp.. Banyak kok yang udah kayak gitu..semuanya hanya masa lalumu. Aku masa depanmu."
Lantas... APA yang dalam pikiranmu pria???
"Yes...aku bisa mencicipi juga.. "
Begitukah ????
-taken from duniapustaka.com
N/p :
Terkadang kita lupa akan batasan yang ada di dunia ini. Ketika cinta datang tak tepat waktu. Mungkin akan terselip kata "memaksa" disetiap waktu tanpa disadari..
Ketika perbuatan yang terlampau jauh dilakukan dan mengatas namakan cinta, apa yang akan terjadi kemudian saat Tuhan berkata bukan dia cinta itu..
Menyesal?
Atau menjadi penyakit jiwa saat semuanya terasa sakit, terhina dan kotor.
"Aku sudah tidak perawan lagi"
Kalimat yang cukup menyakitkan bagi wanita untuk dikatakan kemudian hari saat tersadar semuanya tidak akan sama.
Dan kalimat yang cukup untuk membuat jantung terhenti sejenak bagi pria.
Membuat logika berperang dengan perasaan bergejolak dalam dada.
Sesak.
Perih.
Lebih dari kata sakit dan benci.
Ayolah..
Jangan membohongi diri sendiri bahwa memang kalimat itu seperti luka yang tak akan sembuh dan selalu menghantuimu.
Percayalah...
Kehidupan adalah guru terbaik yang Tuhan berikan.
Hanya saja tergantung padamu semua bagaimana kau belajar dalam kehidupan itu.
Tuhan menciptakanmu takdir.
Tapi hanya 3 takdir yang Ia sudah pastikan itu menjadi hak-mu.
Umur.
Jodoh.
Rejeki.
Karna Tuhan Maha Adil dan Maha Mengetahui, dari ketiga takdir itu... Kau akan belajar banyak hal.
Dunia bukan hanya sekedar dunia..
Peace, Love and keep writing ;)
Rachmi Nur Arfah Syahidah Djaenudin. H. Mukhsin
NOTE: lupa waktu itu ambil sumber darimana, kalo ada yg tau tolong ya bagi tau saya penulisnya..SUPERB BIG THX!! XOXO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar